Kantor Kepresidenan RI Tanggapi Isu Efisiensi Anggaran : Demi Kepentingan Rakyat
- Herlambang Ichtiarto
- 12 Feb, 2025
Pembahasan tersebut mempersoalkan masalah
pengakhiran hubungan kerja (PHK) di beberapa instansi pemerintahan.
Pemerintah lewat Kantor Kepresidenan RI
memberikan tanggapan mengenai isu tersebut.
“Kebijakan ini bertujuan agar setiap rupiah
dalam APBN digunakan seefektif mungkin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,
kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.” Ungkap Kepala Kantor
Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi melalui akun media sosial
@kantorstafpresidenri, Rabu, (12/2/2025)
Efisiensi APBN ini diatur dalam Instruksi
Presiden (Inpres) Republik Indonesia No 1 Tahun 2025 yang telah diteken pada 22
Januari 2025. Inpres ini memiliki tujuh poin, yang mengatur efesiensi anggaran
dari tingkat para menteri kabinet merah putih, tentara, polisi, kejaksaan,
hingga bupati/wali kota.
Salah satu poin efisiensi anggaran dalam Inpres
ini mencakup anggaran belanja negara tahun 2025 sebesar Rp306 triliun. Anggaran
itu terdiri dari anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp256,1 triliun
dan transfer ke daerah sebesar Rp50,5 triliun.
Poin lainnya mengatur pemangkasan belanja
non-prioritas seperti kegiatan seremonial, studi banding, dan publikasi, serta
memotong perjalanan dinas keluar negeri hingga 50%.
Tanggapan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo, dalam sambutannya di
Kongres ke-XVIII Muslimat NU di Jatim Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025), juga menyinggung
kebijakannya terkait efisiensi anggaran.
"Saya ingin pengeluaran-pengeluaran
yang tidak perlu, pengeluaran-pengeluaran yang mubazir, pengeluaran-pengeluaran
yang alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan, dibersihkan," tutur
Prabowo.
Presiden Prabowo menargetkan efesiensi anggaran
tersebut nantinya dapat memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia yang berjumlah
kurang lebih 330.000. Menurut Presiden Prabowo, anggaran sebelumnya hanya mampu
memperbaiki 20.000 sekolah.
"Karena itu perjalanan dinas
perjalanan ke luar negeri dikurangi. Kau boleh melawan Prabowo, tapi nanti kau
lawan emak-emak itu semua itu. Bandel, ndablek. Nggak usah ke luar negeri, 5
tahun nggak usah ke luar negeri kalau perlu," ujar Prabowo.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
